rss_feed

Desa Wanamukti Barat

Wanamukti Barat
Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah , Kode Pos 94479
Motto Desa: -

mail_outline wanbar45@gmail.com

Selamat Memperingati
🎉 Hari Raya Waisak 2570 BE 🎉
Hari Libur Nasional
Hari Lahir Pancasila
  • I GUSTI MADE ERAWADI

    KEPALA DESA

    Tidak Ada di Kantor
  • I Wayan Wiraba

    SEKRETARIS DESA

    Tidak Ada di Kantor
  • Wayan Supertapa

    KAUR KEUANGAN

    Tidak Ada di Kantor
  • WAYAN ANDIKA

    KAUR PEMERINTAHAN

    Tidak Ada di Kantor
  • KADEK SUMANTRA

    KAUR PERENCANAAN

    Tidak Ada di Kantor
  • MADE LINA ASRINI

    KESRA

    Tidak Ada di Kantor
  • I KETUT SRINAMA

    KEPALA DUSUN 1

    Tidak Ada di Kantor
  • KETUT DARMAWAN

    KEPALA DUSUN 2

    Tidak Ada di Kantor
  • I GUSTI MADE ADI WIDIANA

    KEPALA DUSUN 3

    Tidak Ada di Kantor
  • I MADE ARIBAWA

    KEPALA DUSUN 4

    Tidak Ada di Kantor
  • NI MADE RISKA WIRYANTI

    KAUR UMUM

    Tidak Ada di Kantor

settings Pengaturan Layar

Selamat datang di Website Resmi Desa Wanamukti Barat Kecamatan Bolano Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah
fingerprint
Upacara Ngaben Massal Adat Tri Kayangan di Desa Wanamukti Barat

25 Mei 2026 63 Kali

Pada tanggal 25 Mei 2026, masyarakat Adat Tri Kayangan melaksanakan Upacara Ngaben Massal yang berlokasi di Dusun 2, Desa Wanamukti Barat, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kegiatan sakral ini berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan masyarakat Hindu dalam menjalankan salah satu kewajiban suci kepada leluhur.

Ngaben merupakan bagian dari pelaksanaan Pitra Yadnya, yaitu persembahan suci yang ditujukan kepada roh leluhur atau orang yang telah meninggal dunia. Dalam ajaran Hindu, Pitra Yadnya menjadi salah satu bentuk bakti dan penghormatan anak serta keluarga kepada orang tua dan leluhur sebagai ungkapan terima kasih atas jasa, kasih sayang, serta kehidupan yang telah diberikan semasa hidup.

Persiapan upacara telah dimulai sejak tanggal 1 Mei 2026. Berbagai sarana dan perlengkapan upacara dipersiapkan secara gotong royong oleh masyarakat adat dan keluarga peserta ngaben. Persiapan tersebut meliputi pembuatan bade, lembu atau wadah pembakaran, serta berbagai jenis sesajen dan perlengkapan ritual lainnya. Seluruh proses dikerjakan dengan penuh ketulusan sebagai bentuk pengabdian spiritual dan pelestarian tradisi adat serta agama.

Pelaksanaan upacara Ngaben terdiri dari beberapa rangkaian prosesi sakral. Tahapan dimulai dengan pengusungan jenazah atau simbol roh menuju tempat pembakaran dengan iringan doa dan gamelan. Setelah itu dilaksanakan prosesi pembakaran sebagai simbol penyucian unsur jasmani agar kembali kepada asalnya, yaitu Panca Maha Bhuta. Selanjutnya dilakukan prosesi nganyut atau pelarungan abu ke air sebagai lambang pelepasan dan pengembalian unsur kehidupan kepada alam semesta.

Rangkaian terakhir adalah upacara penyucian dan persembahan lanjutan yang bertujuan untuk mendoakan roh agar memperoleh ketenangan, kedamaian, serta jalan menuju alam yang lebih baik sesuai ajaran Dharma. Prosesi ini juga menjadi bentuk harapan keluarga agar leluhur memperoleh tempat yang suci dan bersatu kembali dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Secara pengertian, Ngaben berasal dari kata “ngabu” yang berarti menjadi abu. Upacara ini merupakan ritual pembakaran jenazah atau simbol jenazah sebagai proses penyucian roh menuju kehidupan selanjutnya. Dalam ajaran Hindu, kematian bukanlah akhir kehidupan, melainkan bagian dari perjalanan roh menuju penyempurnaan spiritual.

Tujuan utama pelaksanaan Ngaben adalah untuk membantu proses penyucian Atma atau roh agar terbebas dari keterikatan duniawi. Selain itu, upacara ini bertujuan mengembalikan unsur-unsur tubuh manusia kepada alam semesta serta sebagai wujud bakti dan penghormatan keluarga kepada leluhur.

Secara filosofis, Ngaben memiliki makna mendalam tentang keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Tubuh manusia diyakini terbentuk dari unsur alam, sehingga ketika meninggal dunia unsur tersebut harus dikembalikan secara suci melalui upacara. Api dalam prosesi pembakaran melambangkan penyucian, sedangkan air dalam pelarungan abu melambangkan pelepasan dan kesucian perjalanan roh.

Makna spiritual Ngaben mengajarkan bahwa kehidupan di dunia bersifat sementara dan setiap manusia akan kembali kepada Sang Pencipta. Upacara ini juga menanamkan nilai keikhlasan, penghormatan kepada leluhur, gotong royong, serta kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui Ngaben Massal Adat Tri Kayangan, masyarakat Desa Wanamukti Barat tidak hanya menjaga warisan budaya dan adat istiadat, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan persaudaraan antarwarga.

Pelaksanaan Ngaben Massal ini menjadi bukti bahwa tradisi dan nilai-nilai luhur budaya Hindu tetap hidup dan terjaga di tengah masyarakat Desa Wanamukti Barat. Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, masyarakat berharap upacara ini membawa kedamaian bagi para leluhur serta keberkahan bagi seluruh umat dan generasi yang akan datang.

chat
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

assessment Statistik

folder Arsip Artikel


event Agenda


  • Belum ada agenda

insert_photo Galeri

account_circle Pemerintah Desa

message Komentar Terkini

contacts Media Sosial

map Wilayah Desa

Alamat:Wanamukti Barat
Desa:Wanamukti Barat
Kecamatan:Bolano
Kabupaten:Parigi Moutong
Kodepos:94479
Telepon:
No. HP:
Email:wanbar45@gmail.com

assessment Statistik Pengunjung

Hari ini : 41
Kemarin : 57
Total Pengunjung : 74.150
Sistem Operasi : Unknown Platform
IP Address : 216.73.216.70
Browser : Mozilla 5.0
TRANSPARANSI ANGGARAN
Sumber Data : Siskeudes
insert_chart
APBDesa 2026 Pelaksanaan

Realisasi | Anggaran

insert_chart
APBDesa 2026 Pendapatan

Realisasi | Anggaran

insert_chart
APBDesa 2026 Pembelanjaan

Realisasi | Anggaran